Minggu, 26 November 2017

Short Story 11 - Sejati



 “Ad, wanna go to cinema with me?”
“Mau nonton apa, Na?”
“Anything you like. Kinda of bored.”
“Ok. See ya at 8!”
Tas? Checked. Dompet? Checked. Muka? Agak kucel dikit sih tapi masih menuhin standarlah ya. 10 menit lagi udah jam 8, kayanya udah waktunya gue pamitan ke Ibu nih.
“Mau kemana?”
“Nonton sama Fa’ad, Bu. Daa!”
“Pulang jangan malem – malem!”
“Siip!”
Gatau kenapa I got my eyes stuck to your figure from the start. Tapi kayanya aku emang punya selera yang bagus soal cowok. Setiap cowok I have interest with selalu jadi inceran banyak cewek lain. Padahal kamu bukan yang paling ganteng, ramah, pinter, atau apapun. Aku cuma suka cara jalanmu yang beda, senyum jailmu yang charming, dan caramu memandangku. I adore you for kamu bisa cowok yang dekat sama Tuhan di jaman edan kayak gini, kayanya aku bukan satu – satunya yang mikir gitu, walaupun tentu aja aku juga dikelilingi orang – orang baik yang mencintai Tuhan sepertimu. Last but not least, aku suka ngobrol sama kamu, walaupun sejauh yang kuingat kita jarang melakukannya, tapi aku sudah cukup bahagia hanya jadi temanmu.