Jumat, 10 Mei 2013

Short Story 2 - JATUH CINTA


Jatuh cinta. Ada yang bilang jatuh cinta itu bikin bunyi hati kita jadi dag dig dug pas ketemu si dia. Ada juga yang bilang jatuh cinta itu saat mata kita bertatapan dengan si dia dunia terasa berhenti berputar. Atau kita bisa dibilang lagi jatuh cinta kalau udah mulai kangen sama si dia pas dia kagak ada. Ada juga sih yang bilang ke aku kalau jatuh cinta itu tanda – tandanya kayak aku gini ini, sukanya ngelamun sambil senyum – senyum sendiri. Banyak deh orang – orang bilang tentang jatuh cinta itu apa, tapi kenapa ya belum ada yang bilang ke aku alasan seseorang bisa jatuh cinta. Iya, aku emang lagi jatuh cinta sama seorang cowok, tapi aku ga kenal dia, eh ralat, belum kukenal. Dan dapat kupastikan kalau aku benar – benar ga tahu kenapa aku bisa jatuh cinta sama dia. Cinta datangnya tiba – tiba, seenaknya aja, ga bisa dicegah. Begitulah adanya cintaku padanya. Cowok kece di taman kota.

Keringatku begitu deras mengucur saat itu, bukan saja karena mentari yang mulai meninggi tapi juga karena aku sudah cukup lelah berlari pagi ini. Aku memang biasa melatih tubuhku secara rutin setiap hari, jogging di pagi dan sore hari, dan tentu saja berenang 3 kali sehari. Aku memang bukan seorang arlet terkenal dari cabang renang, tapi aku mencintai olahraga ini seperti aku mencintai hidupku. Aku masih sibuk dengan botol air mineralku ketika dia berlari di hadapanku, cowok tinggi, putih, gagah, dan ganteng. Super ganteng dengan pakaian olahraganya. Jarum jam seakan memperlambat lajunya saat dia melintasi jalan setapak di depan bangku taman yang sedang kududuki. Hanya beberapa detik memang durasi aku melihatnya tai itu sudah cukup membuatku salah tingkah tiap kali aku mengingat kejadian hari itu. Dan akhirnya aku tahu dia hanya jogging di taman itu setiap hari Minggu dan Senin saja, tentu aku tak pernah absen untuk mencarinya sosoknya di kedua hari itu. Meskipun itu artinya aku harus datang leboh pagi dan mengelilingi taman berkali – kali lipat lebih banyak dari biasanya, tak apalah demi cinta. Seperti halnya hari ini.
Setelah berputar – putar mengelilingi Taman ini hampir 10 kali, akhirnya kutemukan juga sosoknya yang sedang beristirahat di sebuah bangku di bawah pohon flamboyan. Ku perhatikan keseluruhan tubuhnya, dari atas ke bawah, dari bawah keatas, sambil menegak minumanku. Ternyata biasa saja batinku, tak ada yang istimewa, sama seperti yang lainnya. Tapi tetap saja aku tersenyum memperhatikannya. Sepertinya dia mulai merasa kalau sedang kuperhatikan, dia menampakkan wajah tak senang.
“Ada apa? Ada masalah?” Nada bicaranya kok nyolot gini, beda banget sama bayanganku.
“Eh, enggak kok.” Kupaksakan untuk tersenyum kecil walaupun sebenarnya sebel banget. Aku hendak berdiri saat dia mulai berbicara lagi.
“Kok ngeliatinnya gitu banget? Naksir lo ntar.” Toeennngggg. Gila banget nih anak. Kenal juga belum udah sok kenal kayak gitu. Tapi lucu. Haha
“Ihh, apaan sih? Pede banget.” Nyebelin banget sih ni anak, nyebelin apa gemesin ya lebih tepatnya? Whateverlah, yang penting dari awal aku cinta ni anak orang dengan apa adanya, bukan karena apa yang ada dalam dirinya.
“Emang iya kan? Naksir kan? Aku tahu kok. Aku Nizar.” Emang segitu keliatannya ya kalau aku naksir dia? Ahh, ga mungkin dia tahu, sadar kalau aku sering ada disini aja pasti juga baru hari ini.
“Hahaha. Feby.” Aku ketawa aja sekenanya.
“Kamu lucu. Aku suka.” Hah? Ngomong apa dia barusan?
“Kok kaget gitu sih? Aku suka kamu dari pertama kali kita ketemu di PON dua tahun yang lalu lagi, kamu lupa sama aku ya? Aku cabang atletik.” Oh My Gosh. Gimana bisa lupa sih sama dia? Cowok bawel yang ngotot minta nomer teleponku dulu.
“Ini perasaanku aja apa emang kamu gantengan ya sekarang?”
“Salah sendiri kamu ga ngasih nomermu yang asli ke aku, jadi ga tau kalo aku ganteng gini kan? Hahaha.”
“Hahahaha.”
Ini bukan akhirnya, pasti. Kadang aku berpikir kenapa harus ada akhir di sebuah cerita cinta? Cinta itu bukan tentang bagaimana akan berakhir, tapi tentang bagaimana bermulanya. Inilah awal kisah cintaku. Feby dan Nizar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar