Menunggu
adalah hal yang paling kubenci di dunia ini, jangankan 5 menit 1
menitpun aku udah ga tahan buat ngambek sama orang yang kutunggu.
Tapi dulu aku pernah menunggu orang special selama 4 jam, waktu itu
rasanya campur aduk sih, ngambek iya, pengen nangis saking marahnya
iya, kecewa iya, tapi senyumnya dan satu kata maaf yang meluncur dari
bibir merah mudanya sudah cukup membuatku melupakan semua perasaan ga
enak tadi. Dia terlalu istimewa, aku tak pernah bisa bertahan lama
untuk marah padanya (rekor terlama cuma 1 menit) begitu juga
sebaliknya. Kami normal seperti pasangan kekasih yang lain, kami
mengobrol seperti teman, kami mengerti seperti sahabat, kami bercanda
seperti anak kecil, dan kami melindungi seperti saudara. Semuanya
sempurna untuk jadi pasangan sejati kan, tapi kurangnya satu, kami
sama – sama suka bermain – main dengan hati orang lain. Saat ini
aku sedang menunggu seseorang yang sama istimewanya seperti dia,
hanya statusnya saja yang berbeda. Kali ini aku menunggu Raka,
sahabatku.
Rabu, 05 November 2014
Short Story 3- Pak Unyu MIni
Mini,
nama yang bener – bener kontras sama penampilan gue yang
sebenarnya. Ga ada mini – mininya nih badan gue, dengan tinggi
165cm, untuk ukuran cewek asli made in Indonesia udah maksimal noh
tingginya. Kata orang nih, cewek Gemini itu pada cantik dan
pinter.(Jadi udah pada tau kan kenapa nama gue itu Mini?) Dasarnya
aja sih gue ga cantik tapi manis (catet! Manis!). Kalo masalah pinter
, gue percaya sama filosofi yang berbunyi “Setiap orang pintar pada
bidangnya masing - masing”. Gue juga gak bisa bilang kalau gue
pinter, tapi gue lumayan menguasailah kalo cuma pelajaran sekolah
sehari – hari aja.
“Gemini
Larasitta Hanggono!”
Langganan:
Komentar (Atom)