Sabtu, 29 Februari 2020

Short Story 13 - Untitled (Part 1)

     Aku tak tau dimana letak kesalahanku yang pertama kali. Saat kusebarkan berita pada keluarga dan teman - temanku bahwa aku berniat segera menikah denganmu? Atau saat aku meminta putus darimu karena kurasa sayang yang kau selalu banggakan selama ini sudah tak terlihat di matamu? Kurasa bukan keduanya. Apa aku salah ketika berpikir takut kehilanganmu yang selama ini kurasakan hanya karna kesepian? Yang satu ini mungkin benar. Sekalipun alasanku yang sesungguhnya adalah perasaaanku buatmu yang sudah tumbuh seiring berjalannya waktu. Yah, walaupun akan kuakui diawal pertemuan aku hanya ingin mencoba dekat denganmu, tanpa ada niatan serius.

Darimana baiknya kumulai cerita tentang kita ini? Ehm... Sepertinya kuceritakan sejak pertama kali aku tau kau ada di dunia ini saja bagaimana? Dulu, ketika aku bisa dibilang adalah wanita yang tak berakhlak mulia, bukannya ingin berkata sekarang aku adalah wanita berakhlak mulia juga sih. Tapi setidaknya sekarang aku sudah berusaha untuk jadi lebih baik, itupun berkatmu juga.


Aku. Nilam. Wanita yang merasa dunia berpusat padanya. Berpikir telah memiliki segalanya. Punya sepasang orangtua yang menjadikanku prioritas utama. Beberapa teman baik yang selalu ada. Dan juga seorang pacar yang tidak hanya baik namun tampan juga kaya, walaupun seperti manusia pada umumnya, dia tak sempurna. Sena.