“Aku hamil. Makanya aku ngerasa ga enak badan terus akhir
– akhir ini”
“Lo?Kamu belum makan?”
“Enggak, mual, ga enak makan.”
“Makan ya, please! Jaga kesehatan anak kita!” Kami tersenyum.
Yah, itu kan cuma kejadian sebulan yang lalu. Saat pertama kali aku merasa bangga telah dilahirkan sebagai seorang wanita di dunia ini, aku akan jadi seorang ibu, dan akan dipanggil oleh semua orang dengan sebutan mamanya Ata. Ata akan menjadi matahari dalam hidupku, sama seperti nama yang akan kuberikan padanya nanti saat ia lahir. Tapi aku tahu kebahagiaan tak akan bertahan selamanya. Sekarang? Aku sedang duduk di samping ranjang dan bersiap meminum pil aborsi.
Yah, itu kan cuma kejadian sebulan yang lalu. Saat pertama kali aku merasa bangga telah dilahirkan sebagai seorang wanita di dunia ini, aku akan jadi seorang ibu, dan akan dipanggil oleh semua orang dengan sebutan mamanya Ata. Ata akan menjadi matahari dalam hidupku, sama seperti nama yang akan kuberikan padanya nanti saat ia lahir. Tapi aku tahu kebahagiaan tak akan bertahan selamanya. Sekarang? Aku sedang duduk di samping ranjang dan bersiap meminum pil aborsi.
“Maafkan
Mama, Ata sayang. Mama terpaksa. Tuhan hamba kembalikan Ata kesisiMu, hamba
mohon jaga dia dan jika Engkau berkenan kirimkan Dia kembali kepada hamba saat
waktunya telah tepat.”
Kuhabiskan sore hariku sepulang
kerja seperti biasa, mengamati sebuah rumah. Rumah baru yang ia hadiahkan untuk
istri barunya, Karin. Aku tak akan berbohong dengan berkata aku sudah bisa
melupakan rasa sayangku pada mantan suamiku itu, karena sebenci apapun aku
padanya kami pernah berjuang untuk bahagia bersama - sama, dan aku bersyukur
dia pernah menjadi calon ayah bagi Ata, yang sayangnya tak pernah sempat
melihat dunia ini.
Drrrt...
Drrt... Drrrrt...
“Hal.
Ada apa, San?”
“Kamu
dimana? Besok ulangtahun ke-6 Resha. Kamu ga lupa kan?”
“Iya,
San. Tenang aja. Ga mungkin aku lupain hari ulangtahun anak sahabatku apalagi
kalau dingetin sama Mama Sandra tiap hari kayak gini. Hahaha”
“Kamu ga
lagi di depan rumah Alex kan?”
“Kamu
paranormal ya?Hahaha”
“Aduh,
Tara! Kamu tuh dibilang bego juga ga pantes secara kamu seorang pengusaha
sukses. Tapi kok begonya ga ketulungan gini. Kamu lupa dia udah selingkuhin
kamu? Kamu masih aja cinta sama dia?”
“Aku ga
cinta dia lagi. Aku benci dia sebagai manusia biasa. Aku hanya menghargai
waktuku selama 6 tahun mendampinginya sejak kuliah sampai akhirnya kami
bercerai. Lagipula aku cuma mau liat keadaan dia aja kok, Sandra. Entah kenapa
setiap melihatnya tersenyum aku merasa hangat karena teringat pada Ata.”
“Carilah
sosok lain yang akan selalu tersenyum padamu, bukan pada wanita lain macam
Karin. Aku yakin sosok seperti itu akan pantas menjadi ayah dan akan
menjadikanm ibu dari malaikat kecil seperti Ata yang lain lagi nantinya.”
“Sudah,
jangan bawel dan menasehatiku lagi! Aku pulang sekarang kok.Bye”
Tuuuut...
Sudah ribuan kali Sandra
mengatakannya, aku tidak bodoh, aku tahu itu benar. Hanya saja belum ada yang
mampu meyakinkanku.
“Pestanya menyenangkan!” Kucium
kedua pipi sahabatku kemudian memeluknya.
“Tante Taraaaaa!!!!” Terdengar suara
melengking anak perempuan yang tak asing lagi, sudah pasti dia si empunya
pesta, Resha.
“Halo sayang! Aduh, kayaknya hepi
banget nih yang lagi ulangtahun.”
“Iya dong, kado aku mana tante?”
Resha celingukan dengan ekspresi yang lucu, dialog ini sudah rutin ia lucapkan
tiap tahun, maklumlah selain ibu dan nenknya, akulah wanita yang paling dekat
dengannya sejak ia lahir.
“Yaaaah, tante lupa beli kado buat
Resha. Besok – besok aja deh ya tante kasih kadonya?” Dengan ekspresi cemberut
yang lucu dia merajuk.
“Uuuuhh”
“Bercanda sayang. Kadonya ga bisa
dibawa jadi tante kirim ke kamar Resha di rumah deh.” Ajaibnya anak kecil itu
ekspresi dan suasana hatinya bisa berubah hana dalam hitungan detik saat
mendengar sesuatu yang membuatnya gembira.
“Beneran ya tante? Awas kalo nanti
Resha pulang, kadonya ga ada.” Nada mengancam dan ekspresi menggemaskannya
kurasa bisa membuat siapa saja yang didekatnya tertawa.
“Udah, udah, Resha sekarang main
sama temen – temen Resha ya. Mama ada urusan rahasia yang penting sekali dengan
tante Tara. Mama pinjem tante Tara nya bentar boleh?”
“Ahhh, Mama ga asik nih.” Dia
berlari ke arah gerumbulan anak – anak perempuan yang sedang membahas kue ulang
tahun Resha yang berbentuk wajah kartun Resha.
Sandra menarikku entah kemana, saat
dia akhirnya berhenti menarikku kudengar ia berkata, “Tar, kenalin ini Pras
bosnya suamiku di kantor barunya. Pak Pras kenalkan ini Tara, teman saya dari
SMA.”. Setelah saling berjabat tangan Sandra meninggalkanku dengan dalih teman
– teman arisannya datang. Ini bukan pertama kalinya ia menjodohkanku seperti
ini, tapi yang kali ini tampangnya lumayan haha. Keliatannya masih muda,
seumuran denganku. Biasanya dia mengenalkanku dengan pria – pria yang sudah
tua, dengan alasan “nyari pria sukses
kayak yang kamu mau itu susah kalau dibawah umur 30 tahunan”. Lah ini
buktinya dia nemu.
“ATAAAA!!! Udah siang, ayo berangkat
sekolah sayang!”
“Iya, Ma.” Terdengar langkah kakinya
yang berat menuruni tangga dengan terburu – buru. Dasar remaja jaman sekarang
doyannya bangun kesiangan dan lari – larian dalam rumah.
“Udah ditunggu Papa di depan pintu
tuh.”
“Iya – iya mama sayang. Muach. ”
Dikecupnya pipiku untuk menghentikan omelanku sambil mengunyah rotinya, satu
lagi kebiasaan buruknya yang sangat kusukai.
“Ata pergi dulu ya, Ma. Daa” Dia
berlari ke mobil papanya stelah mencium tanganku dan kucium keningnya.
“Ata sudah besar, Ma. Sebentar lagi
dia akan menjadi lelaki yang mengajak kita ke rumah pacarnya untuk dikenalkan
dengan orangtua pacarnya nih kayaknya.”
“Isshh... Papa ada – ada aja deh.
Ata kan masih SMA.” Kusempatkan untuk mencubit tangan Pras sebelum kucium
tangannya.
“Papa berangkat dulu ya, Ma. Baik –
baik di rumah. Perusahaannya dititipin ke OB di kantor Mama aja. Hhaha”
“Kamu belum berubah. Ck ck ck”
Kulihat mobil suamiku telah menjauh.
Kuambil tas dan kunci mobilku, lalu pergi ke kantor juga. Sandra benar, memang
ada lelaki di dunia ini yang bisa memberikanku seluruh kebahagiaan di dunia
ini. Hanya dengan menjadi suami dan ayah yang baik untukku dan untuk Ata-ku
yang disini. Tuhan jaga Ata yang disana ya, terimakasih atas segalanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar